emilanin

Meski bunga itu telah lama layu…

In Uncategorized on July 8, 2011 at 4:30 PM

Berbadan dua sering kali membuat wanita menjadi pelupa dan tak sanggup terjaga lama. Memang aku sering sekali menjadi lupa atau terserang kantuk tiba-tiba. Namun saat pikiran ini sedang mengembara, ternyata masih banyak peristiwa gila yang masih bertumpuk disana.

 Ingatan akan beberapa peristiwa gila yang pernah kulalui bersama mantan pacar tercinta. Gila saat harus bertahan 30 jam dimobil bersama saat banjir melanda Jakarta. Gila berburu makan di kota kembang dari pagi hingga malam kembali ke Jakarta. Gila mengejar festival film bersama dan akhirnya hanya mendengar dengkur pria setengah baya yang tak mengerti sedang menonton apa. Gila dengan rasa malu di muka, memesan steak ala asia dimana nasi menjadi kalori utama.

 Dan yang paling gila, saat ia tiba-tiba bersujud dengan setangkai bunga di statiun kereta dan menjadi bahan canda mas-mas penjual bunga di pinggir jalan raya. Gila….terlalu banyak hal gila yang telah dilalui bersama. Dan sepertinya aku pun telah benar-benar menjadi gila bersama dia:) Gila sampai ku pertaruhkan jiwa dan raga hidup bersamanya sampai ajal tiba.

“Pelajaran dari sebuah pesta sayonara”

In Uncategorized on January 27, 2011 at 9:24 AM

Inbox email pribadi ku penuh dengan balasan email farewell yang kukirimkan tepat pada hari terakhir ku bekerja di perusahaan besar yang membesarkan aku. Inbox message smartphoneku juga penuh dengan balasan message farewell dan permintaan keep in touch yang kukirimkan pada mereka. Bahkan sampai pada beberapa hari, beberapa telpon masih masuk menanyakan kabar dan sekedar chit chat dengan ku…ada yang mengerti, ada yang menyayangkan, ada yang mendukung, ada yang sedih, ada yang kehilangan….ada pula yang mungkin justru senang.

Ini perusahaan pertama tempat ku bekerja, perusahaan pertama yang mengajarkanku cara bekerja, perusahaan pertama yang jadi tempatku berkarya, perusahaan pertama yang menggajiku jadi pekerja, perusahaan pertama yang mungkin jadi tempat pertamaku coba-coba ekspresikan jiwa dan menjadi profesional muda. Tapi tak bisa di pungkiri, bagiku perusahaan ini seperti rumah kedua.

Selama enam setengah tahun hidup dalam perjuangan membesarkan perusahaan bersama, berjuang dalam suka dan duka bersama….rekan kerja kini sungguh sudah menjadi teman gila bersama. Aku tak pernah benar-benar mengira kalo sebagian dari mereka sudah seperti saudara rasanya.

Tapi hidup akan terus mengudara..selagi mata masih bisa terbuka..semasa kepala masih menghasilkan karya..sampai nafas belum berhenti bersuara. Maka aku akan juga terus berusaha meninggalkan jejak bermakna bagi dunia dan teristimewa bagi Sang Pencipta, dimana, bagaimana dan apa yang Dia minta.

Tiga Puluh Hari Menjadi Istri

In Uncategorized on December 28, 2010 at 9:38 AM

Siapa yang pernah nonton 30 hari mencari cinta?? Sebuah film komedi romantis yang sesungguhnya belum dan mungkin tidak akan ku tonton…tapi nama judulnya cukup kuat melekat di kepala. Sampai-sampai ketika tepat 30 hari umur pernikahan ku, dan tepat dengan tergugahnya hati ku untuk menulis…hanya plesetan dari film ini yang seperti nya tepat membingkai cerita singkat ku menjadi seorang istri.

Masih seperti mimpi, kalau saat ini statusku telah menjadi istri. Masih seperti mimpi kalau kekasih hati kini berstatus suami. Tak terasa sudah 30 hari aku menjadi istri alias wanita bersuami. Orang di luar sana mungkin masih berkata “usia perkawinan kami masih seumur jagung muda…masih manis seperti gula”;  “Usia perkawinan kami masih sangat belia, sehingga semua masih tampak cerah ceria”. Benar adanya, ini semua masih awal dari sebuah cerita berjangka, tiada yang tahu apa yang akan terjadi besok lusa, tiada yang bisa menduga bagaimana kisah di akhir sana. Tapi satu hal yang menjadi doa kami bersama..seperti sebuah lagu di film romantika yang menginspirasi kami berdua  “Kami Mau Bertumbuh Tua Bersama”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.